Maret dan Ramadhan sialan. Bagaimana aku bisa merayakan ulang tahun dan "kelahiran baru" seperti Idul Fitri ketika yang mati masih menggelayut di kakiku, yang hidup masih mencekikku, dan aku yang masih menagih mati terbujur kaku?
Maret ini membuatku jadi merindukan esensi yang hilang, tapi aku lupa apa yang menjadi esensi Idul Fitri yang aku dambakan. Aku tidak yakin kalau esensinya hanya lontong, opor ayam, dan sambal goreng kentang buatan Bunda. Pasti adla sesuatu yang lebih esensial.
Mungkin ngabuburit menonton balapan liar di trek lurus membelah sawah. Atau perang sarung pasca terawih antara Cihonje melawan BTN. Atau setoran tadarus fiktif dan kegiatan positif lainnya di buku Ramadhan, melewatkan fakta bahwa setan, Tuhan, Raqib dan Atid tahu aku merasakan bir pertama kali selepas shalat ashar di bulan Ramadhan 2008 di pelataran masjid.
Atau mungkin berbuka puasa terakhirku bersama Mama dan Papa, ikan goreng dan hening canggung yang diangkut ke piring-piring yang kita santap bertemakan reuni pasca perceraian.
Atau mungkin juga ketika menahan lapar yang bukan puasa, namun karena memang tak ada uang di saku celana, mengangkangi maghrib hingga mencuri sahur di warung tetangga. Atau mungkin puasanya yang sudah bertahun-tahun tidak aku simpan dalam jiwa.
Atau mungkin sekadar hidup dimana aku dan yang mati masih benar-benar hidup, masih merengkuh nafas dan terhanyut dalam ilusi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sebab sejak saat itu, semuanya tidak pernah baik-baik saja. Ya, mungkin itu esensinya; benar-benar hidup di bulan yang kata Qur'an adalah suci, bukan seperti mayat hidup yang terus menerus menagih mati. Sialan, sepertinya itu bukan esensi Idul Fitri, ini memang esensi hidup itu sendiri.
Yup, aku benar-benar lupa apa esensi Idul Fitri.
Meski begitu, selamat Idul Fitri. Tak perlu meminta maaf, salah dan luka terlalu dalam aku simpan, tak ada cangkul dan tenaga untuk kubongkar. Pun kuharap aku tak perlu meminta maaf juga, karena aku masih menghakimi diri soal segala salah yang aku buat. Semoga kita terlahir kembali, akhirnya benar-benar hidup menyambut pagi.
21 Maret 2026.
Pic credits: